Wahai bidadari hatiku
Cintaku mungkin tak sedalam samudera biru
Bahkan mungkin tak sedalam kolam renang di sebelah rumahku
Namun asalkan kau tahu
Cinta itu tak akan pernah surut oleh waktu
Aku memang tidak tampan,
Tapi bisa kau andalkan
Aku mungkin kurang gagah,
Namun ku pantang menyerah
Dan meskipun Aku gak tajir,
Tenanglah, karena aku juga bukan fakir
Ku telah berjumpa dengan berjuta wajah
Hanya kau yang membuatku bergairah
Ku telah mengenal 1001 wanita cantik
Hanya kau yang membuatku terusik
Aku juga bisa dengan mudah meninggalkan semua hati
Tapi bukan hati yang kau miliki,
Karena hatimu adalah pelabuhan akhir perjalanan ini
Selasa, 19 Januari 2010
Rayuan untuk Bidadari Hati
Jumat, 02 Oktober 2009
Ketika tiba saat pergi dan berganti
Menjelang pergantian hari
Aku termenung meresapi arti
Atas semua yang sedang terjadi
Dalam sekejap mata ada yang pergi dan juga berganti
Menjadi hal yang belum ku mengerti
Ditemani khayalan yang belum tercipta
Kucoba merangkai sebuah asa
Yang berisikan tentang cipta rasa dan karsa
Yang selama ini hanya berupa fatamorgana
Di padang pasir Sang Pengelana
Di tulis pada malam seribu bintang,
oleh Lelaki yang sedang bimbang
Read More...
Selasa, 29 September 2009
Dalam cahaya yang redup
Lelaki itu sedang berpetualang mencari sebuah roman
dan dia berhenti sejenak di sebuah persinggahan
di sana dilihatnya seorang teman sedang menatap sebuah kaca
namun remang-remang karena tak cukup di hadiri cahaya
Lelaki itu pun menghampiri temannya
Menawarkan lilin² kecil yang dia tahu tak cukup benderang
Sang teman menatapnya sejenak dan bertanya,
Mengapa kau memberiku lilin² ini ketika aku ingin terpejam untuk selamanya...
Lelaki itu hanya tersenyum dan berkata,
Karena hanya ini yang aku punya agar kau bisa mengintip indahnya dunia
Namun jika tak cukup terang maka cobalah tuk melihat indahnya ciptaan-NYA
Yang sedang kau lihat terperangkap di dalam kaca
Yang menunggu raut mukanya dirubah menjadi bahagia
Yang menunggu parasnya di isi senyum yang dulu pernah ada
Oleh pemilik jiwa yang sedang termenung di hadapannya
Senin, 28 September 2009
Mendeteksi dan mencegah virus secara manual
Masalah yang sering mengganggu kita saat menggunakan komputer apalagi dengan sistem operasi Windows adalah banyaknya jenis virus yang muncul. Pencegahan pertama agar virus tidak bisa masuk adalah dengan memakai antivirus yang tentunya masih ter-update.
Namun sebenarnya ada cara-cara tradisional yang bisa dipakai untuh mencegah masuknya virus. Adapun cara-cara tersebut adalah :
Matikan utility autorun untuk removable media (Start → Run → ketik “gpedit.msc” → Computer Configuration → Administrative templates → System → Turn Off AutoPlay → set menjadi enable untuk semua drive)
Show hidden file, karena hampir semua virus menjadikan dirinya hidden (pada windows explorer klik pada Tools → Folder options → pilih tab “view” → pilih “show hidden files and folder” → dan hapus centang untuk “Hide protected operating system files (recommended)”
Saat melihat isi flashdisk/removable media lainnya, biasakan menggunakan tampilan details (klik kanan → view → details) dan JANGAN membuka folder jika type dari folder tersebut adalah application. Karena modus inilah yang paling sering disebarkan oleh virus buatan indonesia.
Biasakan membuka / melihat isi flashdisk melalui menu tree di sebelah kiri pada windows explorer, jangan melalui icon yang terdapat pada window / tab sebelah kanan. Karena double klik pada icon CD Drive / flashdisk akan otomatis menjalankan autorun program yang ada di dalamnya
