Mungkin aku akan kembali
ke dunia penuh ke-majemuk-an rasa ini
dimana tak ada batasan diri
maupun penilaian yang pasti
seolah-olah aku memang tak peduli
karena inilah duniaku sendiri
Selasa, 20 September 2011
Kembali
| Reaksi: |
Kamis, 01 Juli 2010
Sapaku
Sudah lama gak nulis di sini. hampir mati suri blog ini
Sebagai awalan, saya akan menulis apa yang ingin saya tulis, tanpa dijadikan draft, tanpa di review, tanpa sensor, bersifat blaka
-Sometimes i feel like everybody has a problem-
-Sometimes i feel like nobody won't to solve them-
Hahaha... semoga saya tidak menjadi salah satu dari golongan tersebut di atas. memang banyak hal yang harus saya selesaikan secepat-sesegera-mungkin.
Kenyataan adalah apa yang terjadi sesaat lalu. ketika kita sibuk memberi alasan atas kesalahan kita. ketika kita menyukai pola penundaan yang tidak pernah berakhir
Jika harus kutulis, mungkin secangkir tinta tak akan habis
Jika harus kuceritakan, mungkin akan mengalahkan detilnya sebuah roman
Jika harus kugambar, mungkin tak akan tersisa kertas satu lembar
Perjalanan ini, memang memiliki sejuta lapis probabilitas. dengan satu kendali yaitu diri.
-Kenyataan adalah apa yang ingin kita rasakan-
| Reaksi: |
Sabtu, 01 Mei 2010
Jalan Takdir
Tak perlu bertatap diri untuk meyakinkan kita saling memiliki
Tak perlu bertemu untuk membuktikan kita adalah satu
Sahabat,
Kita berpisah bukan karena berbeda pendapat
Karena sedari dulu kita mandiri dalam bersikap
Serta bukan pula karena berbeda tujuan
Sebab kita bertemu bukan karena kesamaan titik temu yang ingin dituju
Namun, goresan pena Tuhan dalam kitab takdir
Mempertemukan kita di bumi yang hanya secuil
Kita hanyalah musafir yang fakir
Yang mencari setetes air di luasnya padang pasir
| Reaksi: |
Kamis, 11 Februari 2010
Road to Noars
Judul blog ini adalah tentang perjalanan. Namun belum ada satu posting asli tentang perjalanan itu sendiri, maka saya akan coba ceritakan peristiwa jalan2 yang belum lama terjadi dan berlokasi di Noars (Pekalen – probolinggo). FYI, Noars adalah kawasan wisata rafting (arung jeram.red) yang masih tetangga-an dengan Songa.
Dari rumah, kami berangkat ketika matahari berada di ubun² dengan cahayanya sebagai penunjuk jalan kala itu. Di tengah perjalanan, perut yang lapar telah menuntun kami menuju Ayam Bakar pak Sholeh (cab. pasuruan). Hanya dengan tangan kosong kami menghabiskan 2 ayam yang dihidangkan (semoga mereka bahagia di sana).
lagi di depan warung nih ...
nunggu sesajen datang
Kegelisahan menghampiri kami ketika hari semakin petang namun belum juga sampai ke penginapan, suasana semakin mencekam. Walaupun sudah tanya sana sini namun roda mobil masih terus menggelinding ke arah yang salah. Namun berkat rahmat Tuhan YME kami akhirnya sampai di penginapan Kampung Kita (hurraiii...)
tampang lelah para pengelana
Pagi pun menjelang tanpa suara ayam berkokok karena tlah di gantikan pengumuman untuk menghadiri senam pagi (wkwkwk bisa di tebak tidak ada di antara kami yang ikut). Pukul setengah sembilan kami berangkat menuju base camp Noars (Ayee semangat coy!!!).
Wahana pertama yang kami naiki adalah mobil pickup wkwkwkwk. Di sepanjang jalan terlihat deretan pohon alpukat yang tiada bertepi, rumah adat nan asri, dan penduduk pribumi yang melihat dengan tatapan penuh curiga atas wajah kami yang sangar (wekekekeke).
menikmati wahana pertama 8-)
Wahana kedua adalah tanah yang lembab nan berkelok2. Ya, kami memang harus berjalan melebihi cerita journey to the west-nya biksu thong demi mencari sumber air yang akan mengalirkan rakit kami. Peluh yang keluar seakan masuk ke dalam raga ketika sudah sampai ke lokasi start peluncuran rakit.
jalan berbatu itu kami lalui
Ketika berangkat kami di bagi dengan formasi 5-4-4 dan saya termasuk bagian striker karena berangkat terlebih dahulu B-). Melewati riak sungai yang mengganas, bergelombang liar seakan terganggu dengan kehadiran kami, lalu curahan air yang melimpah dari air terjun yang seakan ingin memandikan kami dengan aroma guano dari kelelawar lokal yang melebihi berkarung² amoniak membuat kami terlena dan memutuskan untuk mengabadikannya.
pose di atas batu
masih nangkring di atas batu
Yeah!! we did it!!!
waterfall and us
Di tengah perjalan kami dikejutkan oleh wahana ketiga yaitu free fall from the valley(terjun bebas dari tebing). Kami semua berkali kali menceburkan diri seolah hidup tiada arti lagi, arus kencang membuat keahlian renang level olimpiade saya dikebiri secara drastis menjadi seperti ikan cupang yang kalah perang -_-”.
Sebelum mencapai finish, kami parkir untuk cooling down, makan cemilan + susu anget yang terasa maknyuss, dan di bantu dengan kilatan cahaya kamera kamipun berpose, bergulung², sampai lompat guling² hahahaha (lebay dikit)
break dulu cui
masih break juga
mimik susu anget
nongkrong rame²
Bila disimpulkan, jalan² ke Noars kemarin asik juga cui!!! mungkin yang jadi minusnya adalah akses ke sana yang bagi pendatang baru kayak kami agak mbulet. Dan sepertinya memang harus bawa kendaraan pribadi (gak kelihatan angkot menuju ke sana)
Read More...
| Reaksi: |














