Judul blog ini adalah tentang perjalanan. Namun belum ada satu posting asli tentang perjalanan itu sendiri, maka saya akan coba ceritakan peristiwa jalan2 yang belum lama terjadi dan berlokasi di Noars (Pekalen – probolinggo). FYI, Noars adalah kawasan wisata rafting (arung jeram.red) yang masih tetangga-an dengan Songa.
Dari rumah, kami berangkat ketika matahari berada di ubun² dengan cahayanya sebagai penunjuk jalan kala itu. Di tengah perjalanan, perut yang lapar telah menuntun kami menuju Ayam Bakar pak Sholeh (cab. pasuruan). Hanya dengan tangan kosong kami menghabiskan 2 ayam yang dihidangkan (semoga mereka bahagia di sana).
lagi di depan warung nih ...
nunggu sesajen datang
Kegelisahan menghampiri kami ketika hari semakin petang namun belum juga sampai ke penginapan, suasana semakin mencekam. Walaupun sudah tanya sana sini namun roda mobil masih terus menggelinding ke arah yang salah. Namun berkat rahmat Tuhan YME kami akhirnya sampai di penginapan Kampung Kita (hurraiii...)
tampang lelah para pengelana
Pagi pun menjelang tanpa suara ayam berkokok karena tlah di gantikan pengumuman untuk menghadiri senam pagi (wkwkwk bisa di tebak tidak ada di antara kami yang ikut). Pukul setengah sembilan kami berangkat menuju base camp Noars (Ayee semangat coy!!!).
Wahana pertama yang kami naiki adalah mobil pickup wkwkwkwk. Di sepanjang jalan terlihat deretan pohon alpukat yang tiada bertepi, rumah adat nan asri, dan penduduk pribumi yang melihat dengan tatapan penuh curiga atas wajah kami yang sangar (wekekekeke).
menikmati wahana pertama 8-)
Wahana kedua adalah tanah yang lembab nan berkelok2. Ya, kami memang harus berjalan melebihi cerita journey to the west-nya biksu thong demi mencari sumber air yang akan mengalirkan rakit kami. Peluh yang keluar seakan masuk ke dalam raga ketika sudah sampai ke lokasi start peluncuran rakit.
jalan berbatu itu kami lalui
Ketika berangkat kami di bagi dengan formasi 5-4-4 dan saya termasuk bagian striker karena berangkat terlebih dahulu B-). Melewati riak sungai yang mengganas, bergelombang liar seakan terganggu dengan kehadiran kami, lalu curahan air yang melimpah dari air terjun yang seakan ingin memandikan kami dengan aroma guano dari kelelawar lokal yang melebihi berkarung² amoniak membuat kami terlena dan memutuskan untuk mengabadikannya.
pose di atas batu
masih nangkring di atas batu
Yeah!! we did it!!!
waterfall and us
Di tengah perjalan kami dikejutkan oleh wahana ketiga yaitu free fall from the valley(terjun bebas dari tebing). Kami semua berkali kali menceburkan diri seolah hidup tiada arti lagi, arus kencang membuat keahlian renang level olimpiade saya dikebiri secara drastis menjadi seperti ikan cupang yang kalah perang -_-”.
Sebelum mencapai finish, kami parkir untuk cooling down, makan cemilan + susu anget yang terasa maknyuss, dan di bantu dengan kilatan cahaya kamera kamipun berpose, bergulung², sampai lompat guling² hahahaha (lebay dikit)
break dulu cui
masih break juga
mimik susu anget
nongkrong rame²
Bila disimpulkan, jalan² ke Noars kemarin asik juga cui!!! mungkin yang jadi minusnya adalah akses ke sana yang bagi pendatang baru kayak kami agak mbulet. Dan sepertinya memang harus bawa kendaraan pribadi (gak kelihatan angkot menuju ke sana)















0 komentar:
Poskan Komentar